Hanya Arsene Wenger yang Tidak Minat Dengan Madrid

Arsenemou

Mantan agen pemain, Marc Roger, menyebut Arsene Wenger sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang menolak melatih Real Madrid. Hal tersebut jauh berbeda dengan Jose Mourinho yang pernah membesut Madrid di musim 2010 hingga 2013.

Hubungan antara Wenger dan Mourinho nyaris tak pernah harmonis. Bahkan persaingan antar dua manajer top Premiere League ini kian meruncing di pertandingan Community Shield beberapa waktu lalu, di mana Tim Meriam London keluar sebagai pemenang.

Sejauh ini memang Mourinho yang kerap menjadi pemicu lahirnya perselisihan antar keduanya, salah satunya adalah saat membandingkan prestasi tim-tim yang pernah ia kepalai dan klub yang Wenger manajeri, Arsenal.

Namun Roger memiliki pandangan lain soal manajer asal Prancis itu. Roger yang mengaku sebagai agen kepercayaan Arsenal itu menyebut Wenger berani menolak tawaran melatih Madrid, sesuatu yang tak dilakukan oleh Mourinho.

“Wenger biasa untuk berbicara dengan dua agen saja; Santos Marquez dan saya,” kata Roger seperti dikutip dari Metro.

“Dia adalah satu-satunya orang di dunia yang menolak memanajeri Real Madrid dengan pemain seperti Roberto Carlos, Figo, Zidane, dan Beckham di dalamnya. Dan ia mengambil banyak waktu untuk menolak tawaran tersebut, bagi kebanyakan pelatih, tawaran untuk melatih Madrid tidak akan disia-siakan. Apalagi anda akan dibekali dengan skuat terbaik di setiap lini. Hal itu merupakan sebuah kemewahan bagi pelatih” tambahnya.

Roger yang pernah menjadi agen sejumlah pemain bintang Arsenal seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, dan Nikolas Anelka menyebut tawaran tersebut datang pada periode 2001 dan 2003. Namun Wenger yang memiliki visi sendiri dalam melatih klub menolak permintaan yang datang dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

“Ini merupakan mimpi Perez untuk merekrutnya. Tapi Arsene, yang memiliki pola pikir pelatih pemain muda, tidak mengambil tawaran tersebut,” terang Roger.

Persaingan antara Wenger dan Mourinho tampaknya memang belum akan segera berakhir. Namun, kita ikuti saja Premier League musim ini dan tim manakah yang keluar sebagai yang terbaik, Arsenal dengan Wenger? Atau Chelsea dengan Mou?

Bocah 5 Tahun Sumringah Ketemu Van Persie

louis

Louis Diamond, bocah berusia lima tahun penggemar berat Manchester United, yang merupakan fans sejati Robin van Persie, akhirnya bisa melepas rindu karena bertemu secara langsung dengan penyerang asal Belanda tersebut. Ini merupakan momen spesial, baik bagi sang bocah maupun Van Persie.

Louis menjadi pusat perhatian di dunia maya pada musim panas ini, setelah orangtuanya mengunggah video singkat mengenai kesedihannya lantaran tahu United menjual Van Persie ke Fenerbahce. Louis menangis tersedu-sedu karena tak bisa lagi melihat aksi idolanya tersebut di Old Trafford.

Rupanya kejadian tersebut menyentuh hati para penggemar Fenerbahce, sehingga mereka mengadakan penggalangan dana untuk membawa Louis ke Istanbul. Tujuannya cuma satu, agar Louis bisa menyaksikan secara langsung Van Persie bermain dengan mengenakan kostum Fenerbahce.

Bocah tersebut kemudian diundang oleh presiden klub, Aziz Yildirim, dan dia bisa menyaksikan laga pembuka Fenerbahce melawan Eskisehirspor. Dalam pertandingan tersebut, yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Fenerbahce, Van Persie masuk sebagai pemain pengganti pada 27 menit terakhir.

Usai pertandingan, Louis mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan idolanya itu. Van Persie pun membagi momen spesial tersebut melalui media sosial.

“Sebuah Kejutan! Louis Diamond datang dari Inggris ke Istanbul untuk bertemu dan menyaksikan pertandingan Fenerbahce tadi malam. Senang melihat dia tersenyum sekarang!” Demikian pernyataan Van Persie di Instagram.

Saat United menyatakan Van Persie sudah resmi hengkang ke Fenerbahce pada bursa transfer musim panas ini, Louis sangat sedih. Kisah ini terungkap karena orangtuanya merekam dan mengunggah video tersebut ke media sosial.

Sam Diamond, Ayah Louis, menyebarkan video itu sehingga semua orang di belahan dunia bisa melihat bagaimana kecintaan anaknya kepada striker internasional Belanda tersebut

Sam, yang tumbuh besar di Prestwich, merupakan penggemar sejati MU dan dia menularkan rasa itu kepada putranya, Louis, serta dua adiknya, Charlie yang berusia tiga tahun serta Sonny yang baru 10 bulan. Dia mengakui MU sudah mengalir di darahnya.

“Saya berasal dari Manchester sehingga United ada dalam darah saya,” ujar pria 35 tahun itu. “Selama Louis bisa ingat kami sudah menyanyikan lagu-lagu sepak bola dan setiap kami bermain di taman, dia adalah Robin van Persie dan saya kiper David de Gea.”

“Robin van Persie selalu menjadi pahlawan baginya,” kata Sam. “Louis bersedih melihat dia pergi.”

Pellegreni Puji Performa Gelandang Veterannya

yayatoure118

Manajer Manchester City Manuel Pellegrini mengaku tak puas dengan performa rekrutan termahal timnya, Raheem Sterling.

Sterling yang direkrut dari Liverpool dengan harga bisa mencapai 49 juta poundsterling itu dinilai Pellgrini
masih bermain kurang memuaskan.

Pellegrini menganggap pemuda berusia 20 tahun itu seharusnya bisa bermain lebih impresif saat City
mengalahkan West Bromwich Albion di Stadion The Hawthorns, termasuk mencetak gol dan memberikan
assisst.

Sebaliknya, Pellegrini justru memuji gelandang veteran ManCity, Yaya Toure, setelah mereka melibas tuan
rumah, West Brom dengan skor 3-0, dalam laga pekan pertama Liga Inggris, Selasa (11/8) dini hari WIB.

Gelandang timnas Pantai Gading itu mencetak dua gol, adapun satu gol lagi dicetak kapten tim, Vincent
Kompany.

Pellegrini yakin Toure yang kini berusia 32 tahun itu akan kembali pada performa terbaiknya.

Perpaduan Toure dan Silva, kata Pellegrini, merupakan jaminan dari penguasaan bola ManCity di kandang
West Brom.

“Saya selalu mengatakan musim lalu adalah sebuah musim yang asing bagi Yaya, dia memulainya dengan
banyak masalah, kematian saudaranya, agennya. Saya kira dia tidak fokus atas apa yang dilakukannya tahun
lalu,” ujar Pellegrini dalam jumpa pers usai laga seperti dikutip Reuters.

Manajer asal Chile itu pun mengaku telah berbicara dari hati ke hati dengan Toure sebelum musim dimulai.
Hasil dari perbincangan itu Pellegrini pun yakin publik sepak bola Inggris akan kembali melihat Yaya seperti
dua tahun sebelumnya yang menjadi jantung permainan ManCity.

“Dia seorang pemain penting bagi kami. Sulit bagi seorang pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya
ketika memiliki banyak masalah, pikirannya tidak akan focus 100%,” ujar Pellegrini.

Toure direkrut City dari Barcelona pada 2010 silam. Sejak saat itu, Toure sudah mengangkat trofi Liga Inggris
sebanyak dua kali. Pertama bersama Roberto Mancini pada 2011/12, dan bersama Pellegrini pada musim
2013/14.

Musim lalu Toure bermain sebanyak 29 kali di liga, mencetak 10 gol, dan menyumbang satu assist.

Kemenangan atas West Brom itu membuat ManCity untuk sementara memuncaki klasemen Liga Inggris
disusul Leicester City dan Crystal Palace.

Adapun Sterling hanya bermain selama 74 menit. Bermain sejak menit awal, anak muda keturunan Jamaika itu
beroperasi di sayap kiri sementara Jesus Navas di kanan.

Tercatat ada dua peluang emas yang dapat dikonversi Sterling menjadi gol namun ia masih gagal. Pellegrini
kemudian mengganti Sterling dengan Samir Nasri pada menit ke-74.

“Raheem bermain 74 menit dengan baik. Tidak mudah baginya untuk bermain dengan gaya baru bersama
rekan satu tim yang baru, dia bekerja keras dan memiliki dua peluang bersih,” kata Pellegrini.

Silva : Sejarah United Lebih Besar, Tapi Saat Ini City Pemeran Utamanya

during the International Champions Cup friendly match between Manchester City and AS Roma at the Melbourne Cricket Ground on July 21, 2015 in Melbourne, Australia.

Gelandang kreatif milik Manchester City mengakui bahwa rival sekotanya, Manchester United punya sejarah yang lebih besar daripada klub yang dibelanya sekarang. Tapi saat ini timnya yang sedang berjaya, memenangi gelar-gelar, dan memupuk sejarah.

Sejarah mengatakan bahwa City memang tertinggal dari MU. Hal itu sudah tampak dari perbandingan gelar juara. Sementara City baru empat kali memenangi Liga Inggris, MU sudah 20 kali juara.

Sukses MU melesat sejak era Premier League dimulai, di mana mereka memenangi 13 dari total gelar liga yang dikoleksi. Sementara City praktis baru kembali ke persaingan juara setelah datangnya grup Abu Dhabi yang mengakuisisi kepemilikan City.

Gelontoran uang dari grup tersebut membawa City mampu bersaing di papan atas liga dalam lima musim terakhir. Sejak musim 2010/2011, mereka tak pernah finis di luar tiga besar. Sepanjang periode itu mereka dua kali juara dan dua kali jadi runner-up Premier League. Mereka juga memenangi dua titel lain yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Sementara MU sedikit mengalami kemunduran saat ditinggalkan Sir Alex Ferguson. Mereka masih sempat dua kali menjuarai liga di lima musim terakhir dengan satu kali finis sebagai runner up, tapi tiga musim itu adalah sentuhan terakhir Ferguson. Sepeninggalnya, praktis belum ada gelar dalam dua musim terakhir.

“Kami sudah berada di posisi atas untuk beberapa musim, jadi United sekarang punya jauh lebih banyak respek untuk kami. Ketika saya datang ke City, situasinya berbeda. Mungkin itu bukan persoalannya,” kata Silva dikutip Standard.

“United akan berada di dalam persaingan gelar juara tentunya. Mereka menarik para pemain yang lebih baik dan akan ada di posisi itu dan menantang, musim ini United akan jadi penantang serius dalam perebutan gelar Premier League, jadi akan sangat menarik,”

“Mereka tentu saja punya lebih banyak sejarah, lebih banyak gengsi, tradisi. Tapi sekarang kami memenangi trofi-trofi, kami sedang membuat sejarah, memenangi turnamen-turnamen. Kami sedang membuat sejarah dan menyenangkan bisa jadi bagian sejarah itu.”

“Sebagai sebuah klub, City sekarang punya jauh lebih banyak gengsi dan kami sedang membaik dan hal itu akan terus meningkat.  Kami hanya kekurangan sebuah langkah, memenangi Liga Champions, tapi mewujudkan itu akan membantu kami tumbuh lebih jauh,” tandasnya.

Menilik Hal Yang Bisa Diberikan Pedro Untuk United

Barcelona's forward Pedro Rodriguez celebrates his goal during the Spanish league football match FC Barcelona vs Cordoba CF at the Camp Nou stadium in Barcelona on December 20, 2014.   AFP PHOTO/ JOSEP LAGO

Pedro Rodriguez, winger lincah Barcelona menjadi satu-satunya pesepakbola yang gencar dikaitkan dengan Manchester United pada saat ini. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat pelatih Louis van Gaal memang tengah mencari amunisi tambahan di lini serang Setan Merah setelah ketidakjelasan Angel di Maria didalam skuat United.

Dengan pengalaman dan jam terbang memperkuat tim sekelas Barcelona, tentu banyak hal yang dapat diberitakan Pedro untuk United. Apalagi, pesepakbola 28 tahun itu sudah turut berkontribusi memberikan banyak trofi dan gelar bagi Barcelona.

Melihat kontribusi Pedro untuk Barcelona, Setidaknya terdapat tiga kualitas utama Pedro yang dinilai akan sangat menguntungkan Manchester Merah untuk menjalani kompetisi musim depan.

1. Fleksibilitas dan Kreativitas

Pedro merupakan seorang pemain yang sangat baik dalam menggunakan kaki kirinya. Meski demikian, jebolan akademi La Masia itu sejatinya adalah pemain berkaki kanan.

Hal tersebut membuktikan Pedro sangat fleksibel ditempatkan di setiap posisi lini serang tim, baik itu di sayap kanan, sayap kiri, mau pun sebagai second striker. Ia diprediksi dapat menambah produktivitas United dengan kreativitasnya dalam menciptakan gol, assist, umpan, dan dribble.

Louis van Gaal juga tidak perlu pusing – pusing menerapkan posisinya plus keuntungan bermain dengan strategi yang berbeda – beda.

2. Kecepatan di Lini Tengah

Kecepatan berpikir dan kecepatan bergerak merupakan dua hal yang harus terdapat di starting line up United. Untuk bisa bersaing atau bahkan memenangkan Liga Champions, Van Gaal harus menambah kecepatan dalam permainannya.

Karena itu, kedatangan Pedro diyakini dapat menambah kecepatan pergerakan United dalam mengalirkan bola ke para penyerang. Tak sedikit pihak yang memprediksi Pedro dapat menjalankan peran tersebut dengan kualitas yang lebih baik dari Angel di Maria.

3. Fondasi Kesuksesan

Pedro merupakan seorang pemain yang terlahir untuk menjadi sukses. Tak usah diragukan lagi dengan kontribusinya dalam membantu Barca di era Pep Guardiola meraih banyak kesuksesan.

Total sudah 21 trofi yang diraih Pedro sepanjang kariernya hingga saat ini. Hal tersebut tentu dapat menjadi bukti seberapa kuat fondasi dan mental yang dimiliki pemegang 51 caps Tim Nasional (Timnas) Spanyol itu.