Kisah Sedih Mantan Kiper Barcelona

victor valdes

Nasib Victor Valdes di Manchester United semakin tidak jelas. Situasi ini terbilang ironis, mengingat United merekrutnya  musim lalu ketika ia sedang “bebas” dari klub manapun.

Awal mula naas yang dialami Valdes adalah cedera lutut yang didapatnya di penghujung musim 2013/2014. Ketika itu, ia sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Barcelona dan mencari pengalaman baru di klub lain.

Valdes juga sudah menyimpan kesepakatan dengan AS Monaco untuk menjadi kiper mereka. Namun, cedera lutut itu datang menghampirinya sehingga merusak apa yang sudah direncanakan. Karena Valdes cedera, AS Monaco enggan mengontraknya.

Valdes pun mengawali musim 2014/2015 tanpa klub. Sempat muncul kabar bahwa Liverpool bersedia untuk mengontraknya. Namun, belum sampai hal itu kejadian, Manchester United sudah menawarinya trial. Manajer United, Louis van Gaal, kenal dekat dengan Valdes lantaran pernah menjadi manajer di Barcelona.

Setelah menjalani masa trial bersama United untuk membuat kondisinya kembali bugar, Valdes pun menerima pinangan United. Ia resmi menjadi kiper kedua United sekaligus memberikan kompetisi untuk kompatriotnya, David De Gea.

Meski tidak kunjung bisa mendapatkan tempat di bawah mistar gawang United, Valdes memiliki hubungan yang terlihat baik dengan United dan Van Gaal. Ia beberapa kali dimainkan di tim U-21 untuk menjaga kebugarannya.

Namun, memasuki musim 2015/2016, situasi berubah. Valdes tidak masuk dalam skuat yang dibawa untuk tur pramusim ke Amerika Serikat. Ketika dikonfirmasi, Van Gaal dengan tegas menyebut, Valdes sempat enggan dimainkan di tim U-21 dan oleh karenanya membuat Van Gaal berang. Valdes pun ditepikan.

Sampai ketika nomor punggung skuat untuk musim 2015/2016 diumumkan, Valdes menjadi satu-satunya pemain yang tidak mendapatkan nomor punggung. Status Valdes seolah dibekukan. Ia memang masih hadir menyaksikan pertandingan tim di tribun, tapi tak sekali pun ia mengenakan jas resmi tim.
Ini membuat Valdes sempat dikabarkan bakal hengkang dan bermain di Turki. Tetapi, sampai bursa transfer musim panas ditutup, tidak ada deal terealisasi. Valdes tetap menjadi pemain United dengan status yang tak jelas.

Valdes juga tidak dikutsertakan dalam daftar skuat United untuk bremain di Liga Champions. Dan beberapa media Inggris, seperti Daily Mail menyebutkan bahwa Valdes masuk dalam daftar skuat United di Premier League. Nyatanya nama Valdes sama sekali tidak ditemukan di situs resmi Premier League.

Dalam daftar pemain United di situs Premier League, hanya ada tiga kiper yang tertera di dalamnya: David De Gea, Sergio Romero, dan Sam Johnstone. Anthony Martial saja, yang baru bergabung di hari terakhir bursa transfer musim panas, tercantum di dalamnya.

Valdes pun menanggapi nasibnya dengan tersenyum.  Tak lama setelah United mengumumkan skuat untuk Liga Champions, Valdes mengunggah foto di akun Twitter pribadinya, @1victorvaldes. Valdes mengacungkan jempol disertai pesan: “Apa pun yang terjadi, yang saya tahu adalah bekerja keras setiap hari. Terima kasih atas dukungan kalian semua! #mufc.”

Pengaruh Benteke Pada Taktik Liverpool

xxxx during the Barclays Premier League match between Aston Villa and Everton at Villa Park on May 2, 2015 in Birmingham, England.

Christian Benteke merupakan salah satu generasi emas dari Belgia. Berposisikan sebagai Striker, Benteke telah membantu Aston Villa untuk menghindari jurang regredasi musim lalu. Dan Saat ini Benteka sudah resmi berseragam merah-merah.

Tanpa sadar sudah tujuh nama anyar didatangkan ke Anfield. Christian Benteke jadi pemain yang tiba paling kini. Posisi penyerang, harga £32,5 juta, berkebangsaan Belgia, dan merapat dari Aston Villa. Total 13 gol ia cetak dalam 29 penampilan musim lalu, rasio gol lumayan, nama lumayan besar, dan diisukan jadi target beberapa klub Liga Primer Inggris.

Profilnya menonjol bukan main. Ia mampu mencetak 49 gol dalam 100 pertandingan bersama Villa, yang tak pernah menembus papan tengah klasemen. Aksi individunya pun tak jarang menghadirkan kemenangan bagi tim. Benteke (dan mungkin Fabian Delph yang merapat ke Manchester City) pantas dijuluki berlian di tengah hamparan pasir Villa.

Melihat fakta-fakta tersebut, tentu kedatangan Benteke diharapkan jadi semacam pelipur lara untuk kesedihan akan ketumpulan lini depan Liverpool sepeninggal Luis Suarez. Jadi tak ada salahnya untuk tersenyum menyambut kedatangan sang penyerang bertubuh atletis itu ke Merseyside.Mari tersenyum menyambut dan berharap kepadanya selagi masih bisa.

Sebab tidak ada yang tahu apakah Benteke akan membawa Liverpool terbang tinggi atau malah masuk ke jurang.

Christian Benteke bukan striker yang buruk. Ia tidak bisa dibandingan dengan Andy Carroll maupun Mario Balotelli. Carroll merupakan spesialis bola udara, Balotelli seorang pemain berbakat yang minim kerja keras, sementara Benteke memiliki dimensi yang lebih luas ketimbang dua pemain tersebut.

Kekuatan utama Benteke terletak pada kekuatan fisiknya. Ia termasuk pemain yang rajin bergerak di udara dan beradu kepala dengan lawannya. Rerata 7,1 duel udara per 90 menit ia lancarkan dan sebagai buktinya ialah performa di semi-final Piala FA melawan Liverpool. Martin Skrtel tentu sudah merasakan langsung kekuatan fisik ditambah keberingasan Benteke di udara.

Kelebihan lainnya yang membuatnya dibandingkan dengan striker Chelsea Didier Drogba ialah kemampuan olah bola yang tak kalah apik dengan kekuatan fisiknya. Dibandingkan rekan senegaranya, Romelu Lukaku, sebenarnya Benteke punya kemampuan olah bola yang lebih ciamik. Tak jarang kita menyaksikan Benteke membawa bola, mendribel melewati pemain belakang lawan, dan menghentikan pergerakan mereka dengan tubuhnya sebelum bola direbut.

Ketika memasuki kotak penalti, seperti yang kita saksikan dalam gol yang ia cetak ke gawang Simon Mignolet di Piala FA, Benteke punya kemampuan melepas tembakan akurat yang menyasar sudut gawang. Torehan tersebut tentu bakal semakin meyakinkan dengan persentasi konversi gol sebesar 17%, dengan kata lain ia butuh enam tembakan sebelum mencetak gol.

Christian Benteke bukan penyerang yang buruk, sekali lagi. Ia memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata, kecepatan kaki plus akurasi dribel, dan tanpa melupakan naluri gol yang selalu ia tunjukkan di depan gawang. Apalagi kalau menengok usianya yang masih 24 tahun, Benteke jelas punya potensi untuk menjadi salah satu penyerang kelas dunia dan takkan ada yang meragukannya. Dan potensi itu secara tidak sadar mendorong publik Anfield untuk berharap padanya.

Permasalahan yang akan menimpa Rodgers , apakah Benteke akan cocok dengan strategi yang biasa dia terapkan di Liverpool ?

Harus diakui, gaya main Benteke tidak senafas dengan Liverpool yang kita kenal dalam beberapa musim terakhir. Benteke adalah monster di udara dan selalu menyambut umpan silang dengan senang hati. Sementara itu, The Reds asuhan Rodgers memainkan umpan-umpan pendek, tegas, dan cepat yang kurang memanfaatkan kekuatan fisik Benteke.

Hal ini sudah digarisbawahi oleh Jamie Carragher yang langsung mengomentari kedatangan Benteke ke Anfield. “Kekhawatiran saya adalah, apakah ia bakal cocok dengan permainan umpan pendek, tajam, dan tegas kesukaan Rodgers?” tandasnya.

Pernyataan ini sebenarnya merupakan tanggapan atas pernyataaan Tim Sherwood. Ketika ketertarikan pada Benteke mulai mencuat ke publik, Sherwood mewanti-wanti Benteke agar tidak salah memilih klub nantinya.

“Kami mencatatkan umpan silang lebih banyak dari klub manapun di Liga Primer dan Christian mengakui kalau ia terbantu dengan hal itu. Tidak ada gunanya jika ia pindah ke klub yang jarang memainkan umpan silang,” ungkapnya.

Ia menegaskan kalau Big Ben adalah pemain yang tangguh di udara dan bakal bermain efektif dengan hujan umpan silang. Mantan manajer Tottenham Hotspur itu juga menegaskan kalau karir Benteke bakal sial jika memilih klub yang tak memainkan umpan silang.

Kekurangan lain Benteke yang berpotensi jadi masalah bagi Liverpool ialah pergerakan tanpa bola. Penyerang Belgia ini kurang bisa menentukan waktu yang tepat untuk maju menyerang. Hasilnya, ia sering terkena jebakan off-side berkali-kali dalam satu pertandingan. Hal ini tentu bakal menghambat laju serangan The Reds yang memanfaatkan serangan balik dan kecepatan menyerang.

Alexandre Lacazette atau Theo Walcott sebenarnya lebih tepat untuk Liverpool, tapi mereka berdua tak mau meninggalkan klubnya masing-masing (Lyon dan Arsenal). Daniel Sturridge dan Divock Origi kurang lebih juga memiliki keunggulan di sektor ini. Mereka lebih cocok dengan skema permainan Liverpool versi Rodgers, tapi masing-masing punya masalah sendiri: Sturridge dengan cederanya, sementara Origi masih minim jam terbang.

Tetapi masih ada beberapa solusi yang mungkin diambil Rodgers. Salah satunya ialah kembali menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan menurunkan tiga gelandang serang dalam diri Roberto Firmino, Philippe Coutinho, dan Adam Lallana. Dalam formasi ini, Benteke bisa menjadi pembuka ruang dengan kekuatan fisiknya. Ia merusak pertahanan lawan, lalu mengizinkan Firmino atau Lallana untuk menusuk ke kotak penalti dan memainkan naluri tajamnya di depan gawang.

Dalam konteks strategi ini, bukan Liverpool yang memaksimalkan bakat Benteke, melainkan Bentekelah yang menarik keluar potensi trio gelandang berbakat Liverpool. Seandainya peluang tercipta untuk dirinya sendiri, Benteke tinggal menyasar gawang lawan tanpa ragu.

Ketika Sturridge sudah pulih cedera, Rodgers bisa mempertimbangkan formasi dua penyerang dalam 4-4-2 berlian. Formasi ini cukup sering dimainkan oleh Liverpool dalam beberapa musim terakhir dan strategi ini bisa memaksimalkan kemampuan Coutinho untuk membelah pertahanan lawan. Duet Benteke dan Sturridge pun bisa menjadi duet klasik Inggris antara pemain kuat dan pemain cepat.

Kemampuan Benteke bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk segenap tim seperti yang dikatakan oleh Robbie Fowler, legenda Anfield: “Ia adalah lelaki yang besar, kuat, jadi ia takkan mudah kehilangan bola dan ketika Anda memiliki pemain seperti ini, saya rasa ia bisa mengulur waktu agar gelandang atau bahkan bek untuk ikut menyerang dan membantu.”

Entah langkah apa yang diambil Rodgers nantinya, perlu digarisbawahi kalau Liverpool tak boleh memaksakan diri untuk mendukung Benteke. Hal yang sebaliknya yang harus dilakukan oleh Rodgers, ia harus memanfaatkan Benteke untuk menarik keluar kemampuan gelandang-gelandang berbakat The Reds.

Kehadiran Benteke menghadirkan ekspektasi yang besar di Anfield, tapi kecemasan juga menghantui. Rodgers harus mengambil langkah yang tepat untuk tim, bukan sekadar memikirkan Benteke. Jika memang bisa, Liverpool takkan merasa rugi dengan £32,5 juta yang telah mereka gelontorkan.

Tetapi jika semua yang direncanakan oleh Rodgers gagal, maka kemungkinan sekali lagi kita akan melihat Andy Caroll yang lain di Anfield , bahkan lebih parah.

Dzeko Akan Segera Berseragam Roma

dzeko2

AS Roma dikabarkan tertarik untuk menggaet striker Manchester City yaitu Edin Dzeko. Serigala Ibukota bersedia membuka pembicaraan mengenai kemungkinan transfer Edin Dzeko ke Roma. Dalam sepekan ke depan, pihak AS Roma akan terbang ke Manchester untuk merealisasi transfer Dzeko.

Direkrut Olahraga AS Roma, Walter Sabatini, telah melakukan pertemuan dengan agen Dzeko, Irfan Rezapagic, pada Rabu (8/7/2015). Pertemuan tersebut dimaksud untuk mengetahui keinginan Dzeko jika ingin bergabung dengan AS Roma. Sabatini juga memastikan AS Roma akan mendengar tawaran yang diajukan Dzeko guna bisa mengunci servis pemain asal Bosnia tersebut.

Kubu AS Roma tinggal mengajukan penawaran resmi kepada Manchester City. Sabatini akan terbang langsung ke Manchester dan dikabarkan siap menggelontorkan 15 juta euro sebagai tawaran awal untuk mengakuisisi Dzeko dari Manchester City.

Pada musim lalu, Dzeko mulai kehilangan tempat sebagai striker utama Manchester City. Dzeko hanya bermain sebanyak 22 pertandingan dan mencetak empat gol untuk Manchester City pada ajang Premier League.

Dzeko dikabarkan sedang memikirkan opsi hengkang dari Manchester City. Pjanic menilai bahwa Dzeko ingin menit bermain yang lebih banyak, dan hal tersebut tidak didapatkannya ketika bermain di Manchester City. Roma merupakan opsi yang dipertimbangkan striker asal Bosnia tersebut.

Miralem Pjanic yang mendengar kebijakan transfer AS Roma untuk Edin Dzeko berharap bahwa Dzeko bergabung dengan AS Roma. Menurut Pjanic, Dzeko sudah tahu banyak tentang I Giallorossi.

“Ia sudah mengenal Roma dan memiliki pandangan positif terhadap Roma, dan mungkin saya sudah tidak perlu menyakinkan dia untuk berseragam Roma. Nantikan saja apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” lanjut Pjanic.

Pjanic juga merasa bahwa Dzeko akan mampu beradaptasi dengan cepat di Italia, termasuk ketika menghadapi tim dengan sistem bertahan total atau catenaccio.

“Ia akan mendapatkan pengalaman baru jika benar bergabung dengan Roma. Kultur dan budaya sepakbola di Italia akan sangat berbeda dengan Premier League. Tim – Tim italia bermain dengan tempo sedang dan bermain secara taktis, berbeda jauh dengan tim Premier League yang mengandalkan kecepatan serangan dan fisik.

Gabung Fenerbache, Van Gaal Ucapkan Sukses Untuk Van Persie

persiefenerbahcei

Perginya Van Persie dari Old Trafford tidak membuat Van Gaal terbebani,bahkan sang pelatih mengucapkan salam sukses untuk mantan anak asuhnya itu.LVG sendiri juga mengakui bahwa sudah sejak musim lalu ia membicarakan hal ini kepada Van Persie, bahwa van Persie tidak ada dalam rencananya musim depan. Kini, ia pun mendoakan Van Persie sukses di Fenerbahce.

Van Persie, yang didatangkan dari Arsenal pada awal musim 2012/2013, akhirnya hanya bermain selama tiga musim untuk United. Dalam tiga musim tersebut, dia sukses membantu ‘Setan Merah’ meraih satu trofi Premier League.

Setelah tampil subur pada musim pertamanya, Van Persie mulai sering diganggu cedera pada dua musim berikutnya. Musim lalu, dia bermain 27 kali di Premier League dan mencetak 10 gol.

Van Gaal memberitahunya tak lama setelah musim berakhir. Meski itu keputusan sulit, Van Gaal menyebut bahwa dia dan Van Persie sama-sama tahu bahwa itu adalah keputusan terbaik.

“Dia tahu sejak hari di mana kami semua bermain golf. Kami bicara soal prospeknya di United. Setiap keputusan sulit untuk diambil,” ujar Van Gaal seperti dilansir Sky Sports kepada agen Sbobet Casino 338a .

Kini, Van Persie sudah bergabung dengan Fenerbahce. Dalam konferensi pers pertamanya dengan Fenerbahce, penyerang berusia 31 tahun itu mengaku menyadari bahwa hari-harinya di United mendekati akhir begitu performanya menurun.

“Saya pikir, itu keputusan yang bagus untuknya. Ketika saya masih melatih timnas Belanda, saya menyaksikan pertandingan Fenerbahce karena di sana ada Dirk Kuyt, dan saya mendapatkan sambutan hangat,” ucap Van Gaal.

“Saya pikir, Robin akan menyukai di klub yang hangat seperti itu. Saya mendoakannya sukses di Fenerbahce dan saya sudah mengiriminya pesan.”

Di Fenerbahce Robin van Persie akan mendapat kontrak selama tiga musim dan menerima gaji 250 ribu poundsterling per pekan. Adapun kesepakatan dana transfer masih belum jelas, tapi bisa diprediksi di antara kisaran 20 juta pounds.

Danny Ings Masih Belum Siap Menggunakan No Punggung 7 Atau 8 Di Liverpool

dannyingsi

Mantan pemain West Ham United Danny Ings resmi menjadi pemain Liverpool.Akan tetapi Danny Ings masih belum siap untuk mengenakan kaos bernomor punggung keramat antara no 7 dan no 8 di Anfield, melainkan ia memilih angka 28 untuk dirinya.Menurut Ings akan ada kesempatan untuk menggunakan no tersebut tetapi sebelumnya ia ingin membuktikan dahulu apakah dirinya pantas untuk nomor keramat itu.

Ings telah menyepakati kontrak untuk bergabung dengan Liverpool mulai musim depan, usai kontraknya bersama Burnley habis pada akhir bulan Juni ini. Liverpool pun tak perlu mengeluarkan biaya transfer, meski masih harus memberikan kompensasi kepada Burnley karena Ings berusia di bawah 24 tahun.

Sejauh ini Liverpool dan Burnley sendiri kabarnya belum sepakat soal besaran biaya kompensasi. Komite Kompensasi Premier League diyakini akan dilibatkan terkait hal ini.

Seperti kebiasaan yang ada di setiap klub, para pemain baru diberi kebebasan untuk memilih nomor punggung yang akan dikenakannya. Karena nomor 10 yang dipakainya di Burnley sudah ada pemiliknya yakni Philippe Coutinho, Ings sebenarnya bisa saja memilih nomor 7 atau 8 yang saat ini lowong usai ditinggal pemilik lamanya.

Nomor 7 identik dengan nama top seperti Kevin Keegan, Kenny Dalglish, Peter Beardsley, Steve McManaman, dan terakhir Luis Suarez. Sementara nomor 8 lowong setelah empunya, Steven Gerrard, memutuskan pergi ke LA Galaxy.

Meski demikian Ings merasa belum saatnya dia mengenakan nomor-nomor yang pernah dipakai bintang The Reds sebelumnya itu, sebelum dia benar-benar membuktikan kapabilitasnya di klub tersebut. Ings akhir memilih nomor 28.

“Saya tidak memilik nomor-nomor punggung yang kecil! Anda harus terlebih dulu melepaskan tekanan yang ada sebagai seorang pemain muda yang baru saja bergabung. Itulah pemikiran saya,” ujar Ings di Mirror.

“Bagaimana dengan nomor 8? Saya terlebih dulu ingin tampil oke sebelum bisa memakai nomor-nomor tersebut. Ini adalah klub besar. Itulah alasan saya,” sambungnya.

“Saya tidak hanya gabung ke Liverpool dan sembarangan memakai seragam tim begitu saja… Anda tidak butuh tekanan seperti itu. Ekspektasi di klub seperti ini begitu besar.”

“Jelas saya ingin bekerja keras untuk bisa memakai nomor tersebut suatu hari. Kini saya lebih baik memakai nomor besar dan bekerja keras dulu,” demikian dia.

Bergkamp dan Henry Adalah Mentor di Arsenal

Flamini

Gelandang Prancis Mathieu Flamini mengenang kembali masa-masa awal kariernya di Arsenal. Di masa itu, sosok Dennis Bergkamp dan Thierry Henry disebut paling membuatnya terkesan karena etos kerja yang tinggi serta figur pemimpin yang jempolan.

Flamini bergabung dengan Arsenal untuk kali pertama pada Juli 2004 silam saat usianya masih 20 tahun. Di usianya yang masih muda itu, dia harus masuk ke skuat bintang yang baru memenangi Premier League musim 2003/2004 dan melaju tak terkalahkan di 42 laga.

Tak mudah bagi gelandang asal Prancis itu untuk menembus skuat utama, mengingat dia harus bersaing dengan sejumlah pemain bintang dengan skill wahid seperti Patrick Vieira dan Gilberto Silva. Tapi Flamini mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari para pemain bintang The Gunners saat itu, khususnya dari Bergkamp dan Henry.

“Bergkamp dan Henry adalah contoh dari kelas dan kualitas, permainan impresif nan mengesankan yang ditunjukkan oleh keduanya mampu membuat Arsenal mendapat predikat The Invincible. Hanya menyaksikan mereka bermain itu merupakan sebuah pelajaran bagus di sepakbola, melihat bagaimana mereka memainkan sepakbola,” Ungkap Flamini di situs sbobet casino online .

Flamini datang ke Arsenal untuk belajar dan bekerja, kerja keras sangat penting dan kedua sosok tersebut memberikan segalanya di setiap latihan. Setiap pertandingan kecil merupakan pertarungan, setiap permainan kecil begitu penting untuk dimenangi.

Flamini mengakui bahwa dia sangat terkesan dengan semangat tinggi Henry dan Berkamp, adalah sebuah kesempatan bagi Flamini untuk bersama mereka setiap hari.

Flamini juga mengomentari pelepasan bintang Arsenal  yang lainnya, yaitu Ryo Miyaichi. The Gunners membiarkan pemain kelahiran Jepang itu pergi dan menuju klub kasta 2 Jerman, St. Pauli.

“Arsenal mendatangkan Miyaichi pada awal tahun 2011 setelah manajer Arsene Wenger terkesan dengan aksi si pemain selama masa trial. Akan tetapi, Miyaichi tak pernah berhasil menembus tim inti ‘Meriam London’. Miyaichi tercatat cuma bermain pada tujuh pertandingan dalam seragam Arsenal dan cuma dua kali jadi starter. Dia cuma sekali muncul di Premier League bersama Arsenal, yaitu pada musim 2013/2014,” ujarnya.